Magister Keuangan Daerah Universitas Cenderawasih

Bupati Tambrauw Papua Barat Bantah Ada Kampung Fiktif Penerima Dana Desa

Bupati Tambrauw Papua Barat Bantah Ada Kampung Fiktif Penerima Dana Desa

22 November 2019
|
0 Comments
|

Bupati Tambrauw, Provinsi Papua Barat, Gabriel Asem membantah tegas adanya kampung siluman atau kampung fiktif penerima dana desa di wilayahnya. Semua kampung yang ada di Tambrauw sudah terdaftar.

Gabriel mengatakan pemekaran kampung di Kabupaten Tambrauw dilakukan dengan prosedur dan mekanisme yang berdasar pada Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014, tentang pelaksanaan Undang-undang nomor 6 tahun 2014, tentang desa.

“Mengenai usulan pemekaran, itu aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada DPRD yang kemudian disikapi berdasarkan hak inisiatif dewan dan diteruskan kepada kepala daerah, sehingga dapat diputuskan bersama melalui sidang paripurna dan ditetapkan menjadi peraturan daerah,” katanya, Senin (18/11/2019).

Selain membantah, Gabriel juga mempertanyakan definisi fiktif pada kata kampung fiktif yang marak menjadi pemberitaan belakangan ini. “Sebenarnya kata fiktif harus diperjelas, fiktif dalam hal apa?” katanya.

Menurutnya, 216 kampung di Kabupaten Tambrauw sudah terdaftar dalam Permendagri nomor 137 tahun 2017 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat. Selain itu, masing-masing kampung telah melaksanakan program dan kegiatan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dinas terkait juga ikut mengawasi realisasi dana desa yang diterima. Jika realisasinya tidak tepat sasaran, maka pencairan dana desa tahap berikut akan ditahan.

Sementara terkait jumlah penduduk di satu wilayah kampung yang terbilang sedikit di kabupaten Tambrauw, Gabriel tidak menampik hal tersebut.

“Jumlah penduduk di masing-masing kampung memang masih sedikit, namun hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Tambrauw saja, melainkan hampir di semua kampung di Tanah Papua,” kata Gabriel.

Gabriel mengaku telah membentuk tim khusus untuk mengawasi realisasi penggunaan dana desa di tiap kampung. Mulai dari pengecekan posisi dan tata letak perkampung, jumlah penduduk, hingga kelengkapan fasilitas di setiap kampung.

Dia menyadari, realisasi dana desa belum sepenuhnya berjalan, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya minimnya kemampuan kepala kampung mengelola dana tersebut dan tingkat kesulitan lain di setiap kampung.

“Di Tambrauw ada sekitar tujuh kampung yang hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau jalan kaki saja,” katanya.

sumber : klik disini